Sinergi Sinema Sleman

Sinergi Sinema Sleman merupakan program kolaborasi yang menghadirkan film sebagai ruang pertemuan warga melalui rangkaian pemutaran di berbagai agenda Sleman Creative Weeks 2026.

YOUTH SCREEN

Youth Screen merupakan program pemutaran film dan diskusi yang secara khusus ditujukan bagi pelajar SMA/SMK/sederajat. Program ini berfokus pada pengenalan film pendek Indonesia sebagai medium hiburan, edukasi, dan pembentukan daya kritis, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan konteks audiens.

Bekerja sama dengan KDM CINEMA (Perkumpulan Sinema Alternatif Indonesia), program ini membawa praktik sinema alternatif ke ruang-ruang tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas. Film tidak hanya ditempatkan sebagai tontonan, tetapi sebagai medium untuk melihat kembali lingkungan, kehidupan sehari-hari, perubahan sosial, dan berbagai pengalaman yang hidup di sekitar kita.

Pada 2026, Sinergi Sinema Sleman hadir dalam tiga agenda SCW:

27 September 2026
Sleman Kite Festival
Pondok Pesantren Minggir Gus Muwafiq

6 Oktober 2026
Bedog Arts Fest
Studio Banjarmili

10 Oktober 2026
Pesta Boneka
Ruang Pana, Komplek Kampoeng Media

 

Daftar Film

  1. Maybe Someday

    Dua remaja tunanetra yang bersahabat karib dan harus berpisah untuk pertama kalinya memutuskan menghabiskan hari bersama dan membuat kenangan yang tak terlupakan. Mereka sedang mencari mimpi, sekaligus berharap semakin banyak orang percaya bahwa mereka juga mampu.

  2. Sepi dan Sapi

    Tiga sahabat, Maira, Alesiya, dan Adzra, menemukan petualangan di sebuah pabrik mi lethek tradisional bersama Bima, sapi yang menjadi sahabat sekaligus bagian dari proses pembuatan mi. Ketika Bima tiba-tiba jatuh lesu, mereka berusaha mengembalikan keceriaan sahabatnya.

    Berlatar kehidupan desa yang hangat, Sepi dan Sapi menghadirkan kisah tentang persahabatan, kepedulian, dan kearifan lokal.

  3. Say Hello to Yellow

    Sebuah benda kecil berwarna kuning membuat seorang anak terjebak dalam ilusi dan kepura-puraan. Perangkat yang seharusnya mendekatkan yang jauh justru berbalik menjauhkan yang dekat.

    Sebuah potret lugu atas modernitas yang angkuh dan gagap.